Senin, 28 Sep 2026
Beranda » BERITA » 6 Cara Mengatasi Overthinking di Malam Hari Agar Tidur Lebih Nyenyak

6 Cara Mengatasi Overthinking di Malam Hari Agar Tidur Lebih Nyenyak

  • account_circle Nadya
  • calendar_month Minggu, 2 Mar 2025
  • print Cetak

Cara – Overthinking atau kebiasaan berpikir berlebihan sering kali menghantui banyak orang sebelum tidur.

Tanpa memandang usia, gender, atau status sosial, kebiasaan ini dapat mengganggu kualitas tidur dan kesehatan mental seseorang.

Berbagai faktor kehidupan yang kompleks kerap menjadi pemicu utama seseorang mengalami overthinking.

Namun, ada beberapa cara efektif yang bisa diterapkan untuk mengurangi overthinking sebelum tidur.

Berdasarkan unggahan akun Instagram @andrisadipa yang dikutip oleh Hops.Id pada 2 Maret 2025, berikut enam langkah yang dapat membantu mengatasi overthinking agar tidur lebih nyenyak:

1. Otak Butuh Batasan: Stop “What If” Berlebihan

Salah satu penyebab utama overthinking adalah kebiasaan otak dalam menciptakan skenario yang sering kali tidak realistis.

Pikiran seperti “Gimana kalau aku gagal?” atau “Bagaimana jika mereka tidak menyukai aku?” sering kali muncul sebelum tidur dan memperburuk kecemasan.

Padahal, 90% dari ketakutan yang muncul akibat overthinking jarang terjadi di dunia nyata.

Oleh karena itu, penting untuk membatasi diri dalam berpikir “what if” atau “gimana kalau”.

Cobalah untuk tidak mengizinkan diri sendiri memikirkan lebih dari tiga skenario negatif.

Setelah itu, sadari bahwa realitas lebih penting daripada ketakutan yang belum tentu terjadi.

2. Tulis, Jangan Simpan di Kepala

Otak yang kelebihan beban sering kali menjadi penyebab utama seseorang mengalami overthinking.

Pikiran yang tidak tertata dapat menumpuk dan menciptakan tekanan yang tidak perlu.

Cara terbaik untuk mengurangi beban ini adalah dengan menuangkan isi pikiran ke dalam tulisan.

Cobalah untuk menulis semua yang mengganggu pikiran di buku catatan atau aplikasi notes di ponsel.

Tulis tanpa sensor, tanpa khawatir apakah itu masuk akal atau tidak, dengan begitu kita dapat melihat seberapa banyak pikiran yang sebenarnya tidak perlu kita khawatirkan.

Pilihan Editor :  Kejuaraan Tinju Piala Panglima TNI Siap Digelar, Pertina Gandeng Kodam I/Bukit Barisan

3. Fokus pada Hal yang Bisa Dikontrol

Otak manusia sering kali terjebak dalam siklus berpikir tentang hal-hal yang di luar kendali.

Contoh sederhana adalah bertanya-tanya mengapa seseorang tidak membalas pesan atau mengapa cuaca tiba-tiba berubah buruk.

Daripada membuang energi untuk memikirkan hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan, lebih baik fokus pada apa yang bisa dilakukan.

Ketika overthinking menyerang, tanyakan pada diri sendiri, “Apakah ini sesuatu yang bisa saya ubah atau kendalikan?” Jika tidak, sebaiknya lepaskan dan alihkan perhatian ke hal lain yang lebih bermanfaat.

4. Ubah Pertanyaan Menjadi Tindakan

Salah satu penyebab overthinking adalah terlalu banyak bertanya tanpa adanya tindakan konkret.

Misalnya, seseorang mungkin terus bertanya-tanya, “Kenapa aku tidak maju-maju dalam karier?” tetapi tidak melakukan langkah konkret untuk mengubah situasi.

Daripada terjebak dalam siklus pertanyaan tanpa jawaban, ubahlah setiap pertanyaan menjadi tindakan.

Jika merasa stuck, coba pikirkan satu langkah kecil yang bisa dilakukan saat itu juga untuk menuju ke arah yang lebih baik.

5. Alihkan dengan Aktivitas Fisik

Otak dan tubuh manusia memiliki keterkaitan yang erat. Ketika pikiran mulai penuh dan terasa berat, sering kali tubuh juga memberikan sinyal bahwa kita perlu bergerak.

Oleh karena itu, aktivitas fisik bisa menjadi cara efektif untuk mengatasi overthinking.

Beberapa aktivitas yang bisa dilakukan antara lain berjalan kaki sejenak, menarik napas dalam-dalam, melakukan stretching ringan, atau mendengarkan musik yang menenangkan.

Aktivitas-aktivitas ini dapat berfungsi sebagai jeda yang membantu otak untuk lebih rileks dan kembali fokus.

6. Atur “Waktu Overthinking”

Jika overthinking sudah menjadi kebiasaan yang sulit dikendalikan, cobalah untuk mengatur waktu khusus untuk berpikir.

Pilihan Editor :  Wamenko Polkam Pastikan Stabilitas Aman dalam Persiapan Pemungutan Suara Ulang

Misalnya, alokasikan 10 menit di malam hari untuk memikirkan berbagai kekhawatiran.

Setelah waktu tersebut habis, berhentilah memikirkan hal-hal tersebut.

Dengan cara ini, otak akan terbiasa memahami bahwa overthinking memiliki batasan waktu, sehingga tidak lagi mengganggu aktivitas dan waktu tidur.

Dengan konsistensi, kebiasaan ini dapat membantu mengurangi kecenderungan berpikir berlebihan secara perlahan.

Kesimpulan

Overthinking sebelum tidur adalah kebiasaan yang bisa dialami oleh siapa saja.

Namun, dengan menerapkan enam cara di atas, kita dapat mengurangi dampak negatifnya dan mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik.

Dengan membatasi skenario negatif, menuliskan isi pikiran, fokus pada hal yang bisa dikendalikan, mengubah pertanyaan menjadi tindakan, melakukan aktivitas fisik, serta mengatur waktu khusus untuk berpikir, kita dapat melatih otak untuk lebih rileks dan tidak mudah terjebak dalam pola pikir yang merugikan.

Jadi, daripada membiarkan diri tenggelam dalam overthinking yang tidak produktif, mulailah mengambil langkah kecil untuk mengatasinya.

Dengan kebiasaan yang tepat, tidur nyenyak dan pikiran yang lebih tenang bukan lagi sekadar impian, melainkan sesuatu yang bisa dicapai setiap malam.**/Red

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Nadya adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Menarik Dibaca

  • Ketua Komisi I DPRD Sumedang Hadiri Pelantikan PPPK Formasi 2024.

    Ketua Komisi I DPRD Sumedang Hadiri Pelantikan PPPK Formasi 2024.

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • account_circle Ujang Sunarya
    • 0Komentar

    Sumedang,- Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sumedang, Asep Kurnia, S.H., M.H., menghadiri langsung momen bersejarah dalam perjalanan ASN Sumedang, Pengambilan Sumpah/Janji dan Penyerahan SK Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Formasi Tahun 2024. Dalam kesempatan itu, Asep hadir mewakili Pimpinan DPRD Kabupaten Sumedang sebagai bentuk dukungan penuh terhadap penguatan layanan publik melalui rekrutmen ASN berkualitas, […]

  • Kodim 1715/Yahukimo Intensifkan Pencegahan HIV/AIDS

    Kodim 1715/Yahukimo Intensifkan Pencegahan HIV/AIDS

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Yahukimo – Komando Distrik Militer (Kodim) 1715/Yahukimo menegaskan komitmennya dalam menjaga kesehatan prajurit dan keluarga, dengan menggelar sosialisasi serta penyuluhan bahaya HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS). Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Lobby Makodim 1715/Yahukimo, Desa Dekai, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Kamis (18/12/2025), dihadiri langsung oleh Komandan Kodim 1715/Yahukimo, Letkol Inf Didiet Trilaksono, S.M., M.H.I., […]

  • Ketua Umum PPAL dan PIPAL Serahkan Kartu Anggota kepada Wisudawan Perwira TNI AL

    Ketua Umum PPAL dan PIPAL Serahkan Kartu Anggota kepada Wisudawan Perwira TNI AL

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Surabaya — Di bawah langit cerah Bumi Moro, suasana haru dan kebanggaan menyelimuti Lapangan Laut Arafuru, Akademi TNI Angkatan Laut (AAL), Surabaya, Sabtu (11/10/2025). Sebanyak 79 Perwira Tinggi TNI Angkatan Laut secara resmi diwisuda dalam upacara Wisuda Purnawira Perwira TNI AL (WPW TNI AL), menandai berakhirnya masa pengabdian penuh kehormatan kepada bangsa dan negara. Upacara […]

  • Babinsa Posramil 1714-07/Fawi Perkuat Kedekatan dengan Warga Binaan melalui Komsos

    Babinsa Posramil 1714-07/Fawi Perkuat Kedekatan dengan Warga Binaan melalui Komsos

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Fawi – Dalam upaya mempererat hubungan dengan masyarakat binaan, Babinsa Posramil 1714-07/Fawi melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama warga di Kampung Fawi 01, Distrik Fawi, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, Minggu (14/12/2025). Babinsa Posramil 1714-07/Fawi, Pratu Jhosua Mansoben, menjelaskan bahwa kegiatan Komsos merupakan tugas rutin aparat teritorial sebagai sarana menjalin silaturahmi, menggali informasi, serta […]

  • Kapolda Jabar Kunjungi Korban Longsor Pertambangan Gunung Kuda di RS Mitra Plumbon

    Kapolda Jabar Kunjungi Korban Longsor Pertambangan Gunung Kuda di RS Mitra Plumbon

    • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
    • account_circle Ujang Sunarya
    • 0Komentar

    Cirebon – Duka menyelimuti Kabupaten Cirebon usai terjadinya longsor di kawasan tambang Gunung Kuda, namun di tengah derai air mata, harapan itu tetap menyala. Salah satunya terlihat dari sosok Aji Setiawan, korban selamat yang kini tengah menjalani perawatan intensif di RS Mitra Plumbon, Sabtu ( 31/05/2025 ) Sabtu siang, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi […]

  • Tak Semua Ular Berbisa, Patriot Fauna Bekasi Tingkatkan Edukasi Masyarakat

    Tak Semua Ular Berbisa, Patriot Fauna Bekasi Tingkatkan Edukasi Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    BEKASI – Komunitas Patriot Fauna Kota Bekasi terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat mengenai reptil sebagai upaya menghilangkan stigma negatif dan berbagai mitos yang selama ini melekat pada satwa tersebut. Melalui kegiatan sosialisasi, gathering, hingga kunjungan edukatif ke sekolah dan komunitas, Patriot Fauna mendorong masyarakat memahami peran penting reptil dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan kesadaran […]

expand_less