Pantukhirda Lanud Sultan Hasanuddin Uji Integritas Seleksi, 33 Casis Bersaing ke Tahap Pusat
Makassar, 8 April 2026 – Lanud Sultan Hasanuddin menggelar Sidang Pantukhir Daerah untuk menentukan 33 calon siswa Tamtama PK TNI AU yang layak lanjut seleksi pusat. Komandan Lanud Sultan Hasanuddin...

Makassar, 8 April 2026 – Lanud Sultan Hasanuddin menggelar Sidang Pantukhir Daerah untuk menentukan 33 calon siswa Tamtama PK TNI AU yang layak lanjut seleksi pusat.
Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto memimpin langsung sidang di Gedung Serba Guna, Makassar, Rabu, 8 April 2026.
Sidang ini menjadi tahap akhir di tingkat daerah sebelum para casis mengikuti seleksi lanjutan di Lanud Adi Soemarmo, Solo.
Panitia menilai peserta melalui serangkaian parameter ketat yang mencakup administrasi, kesehatan, jasmani, mental ideologi, serta psikologi secara menyeluruh.
Danlanud menekankan pentingnya integritas dalam setiap proses seleksi guna menjaga kualitas rekrutmen prajurit TNI Angkatan Udara.
“Panitia harus menjaga objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap penilaian,” ujar Arifaini saat membuka sidang.
Ia juga menegaskan bahwa seleksi tidak boleh dipengaruhi faktor non-teknis yang merusak prinsip keadilan.
“Kita harus memastikan setiap casis dinilai murni berdasarkan kemampuan dan potensi yang dimiliki,” tambahnya.
Seleksi Ketat dan Penentuan Masa Depan Casis
Sebanyak 33 casis mengikuti sidang ini setelah melewati tahapan seleksi awal yang cukup panjang dan kompetitif.
Panitia menguji mereka melalui berbagai aspek untuk memastikan kesiapan menghadapi pendidikan militer dan tuntutan tugas ke depan.
Selain itu, tim penguji melibatkan unsur lintas bidang guna menjaga keseimbangan penilaian secara komprehensif.
Kadispers, Kaintel, Ka RSAU, Kasibinjas, serta Kasubsi Psikologi turut hadir dan aktif memberikan penilaian sesuai bidang masing-masing.
Mereka menelaah hasil tes sebelumnya sekaligus memverifikasi ulang data guna menghindari kesalahan dalam pengambilan keputusan.
Danlanud menyebut proses ini sebagai gerbang krusial dalam mencetak prajurit yang profesional dan berdaya saing tinggi.
“Seleksi ini menentukan kualitas personel TNI AU di masa depan,” tegasnya.
Ia kemudian mengingatkan bahwa setiap keputusan harus bisa dipertanggungjawabkan secara institusional maupun moral.
Komitmen Transparansi dan Profesionalisme
Panitia menjalankan sidang secara terbuka dan sistematis agar seluruh proses tetap akuntabel dan bebas dari intervensi.
Setiap peserta memperoleh kesempatan yang sama untuk dinilai berdasarkan hasil capaian yang telah diraih selama seleksi.
Selain itu, panitia memastikan seluruh tahapan berlangsung sesuai prosedur dan standar yang telah ditetapkan TNI AU.
Langkah ini sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap proses rekrutmen prajurit di lingkungan militer.
Danlanud kembali menegaskan bahwa kualitas prajurit berawal dari proses seleksi yang bersih dan profesional.
“Jika proses awal sudah benar, maka hasilnya akan melahirkan prajurit yang tangguh dan siap menghadapi tantangan,” ujarnya.
Melalui Pantukhirda ini, Lanud Sultan Hasanuddin menargetkan lahirnya prajurit Tamtama yang unggul, disiplin, dan memiliki integritas tinggi.
Para casis yang lolos nantinya akan melanjutkan seleksi ke tingkat pusat dengan persaingan yang lebih ketat.
Selanjutnya, mereka akan menghadapi tahapan lanjutan sebelum resmi menjadi bagian dari TNI Angkatan Udara.
(Pen Lanud Sultan Hasanuddin)













