Perempuan Didorong Jadi Motor Digitalisasi Usaha di Tengah Risiko Online

“Dengan akses teknologi yang semakin luas, perempuan memiliki peluang besar untuk berkembang, dari usaha rumahan hingga menembus pasar yang lebih luas,”

Perempuan Didorong Jadi Motor Digitalisasi Usaha di Tengah Risiko Online – Foto Istimewa
-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

Teknologi – Transformasi digital yang berlangsung cepat mendorong organisasi perempuan untuk beradaptasi secara strategis, baik dalam pengelolaan organisasi maupun pengembangan usaha.

Presiden Federasi Bisnis Profesional Wanita (Business and Professional Women/BPW) Indonesia, Giwo Rubianto Wiyogo, menegaskan perempuan tidak cukup hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga harus menjadi penggerak utama perubahan di era digital.

Pernyataan itu disampaikan Giwo usai menghadiri Pengukuhan Federasi BPW Klub Banten Periode 2025–2028 di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (6/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti urgensi kesiapan perempuan menghadapi arus globalisasi yang ditandai dengan percepatan digitalisasi di berbagai sektor.

“Era digital adalah bagian dari globalisasi yang tidak bisa dihindari. Kita harus siap, baik dalam mengelola organisasi maupun menjalankan usaha,” ujar Giwo.

Ia menjelaskan, pemanfaatan teknologi digital kini menjadi faktor penentu dalam pertumbuhan bisnis.

Pelaku usaha yang belum mengadopsi sistem digital, khususnya dalam pemasaran, berisiko tertinggal dari kompetitor yang telah memanfaatkan platform online.

Menurut Giwo, strategi pemasaran berbasis digital terbukti mampu memperluas jangkauan pasar secara signifikan dan mempercepat pertumbuhan usaha.

Sebaliknya, model bisnis konvensional tanpa dukungan teknologi dinilai berjalan lebih lambat dan kurang kompetitif.

“Dengan marketing online dan pemanfaatan teknologi, pertumbuhan usaha bisa jauh lebih pesat dibandingkan tanpa digitalisasi,” katanya.

Namun, di balik peluang tersebut, Giwo mengingatkan adanya risiko yang juga meningkat, terutama bagi perempuan yang mulai aktif di ruang digital.

Ia menyoroti maraknya kasus penipuan berbasis online dan berbagai bentuk scam yang kerap menyasar pelaku usaha, termasuk UMKM.

Pilihan Editor :  Meningkatkan Kenyamanan Berkendara dengan Sistem Infotainment Mobil

Ia menekankan pentingnya literasi digital dan kewaspadaan dalam memanfaatkan teknologi, agar perempuan tidak menjadi korban kejahatan siber.

“Digitalisasi punya risiko. Banyak perempuan menjadi korban penipuan melalui platform digital. Karena itu, perlu ada rambu-rambu keamanan,” ujarnya.

Giwo juga mengapresiasi kepengurusan baru BPW Banten yang dinilai responsif dan inovatif dalam menerjemahkan program organisasi menjadi aksi konkret.

Salah satu langkah yang disoroti adalah pengembangan pelatihan tatap muka sebagai lanjutan dari program daring.

Menurutnya, pendekatan tersebut menunjukkan keseriusan organisasi dalam memastikan program tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi berlanjut pada implementasi yang berdampak langsung bagi anggota.

“Kepengurusan baru ini cepat merespons. Dari pelatihan online, langsung dikembangkan menjadi pelatihan tatap muka dengan peserta yang besar,” kata Giwo.

Penguatan UMKM Perempuan Berbasis Teknologi

Giwo berharap berbagai pelatihan yang diberikan BPW tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan mampu meningkatkan kapasitas nyata peserta, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta profesional perempuan.

Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program agar peserta dapat mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh untuk mengembangkan usaha maupun karier profesional mereka.

“Kami berharap pelatihan ini benar-benar dimanfaatkan dan diterapkan dalam pengembangan usaha dan profesi masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden BPW Indonesia Klub Banten, Irna Narulita, menilai perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), membuka peluang besar bagi perempuan untuk mengembangkan usaha secara mandiri dan lebih efisien.

Menurut Irna, teknologi berbasis AI dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi sekaligus alat bantu dalam pengambilan keputusan bisnis.

Ia mencontohkan penggunaan chatbot seperti ChatGPT yang dinilai dapat berfungsi layaknya konsultan digital.

“AI ini seperti konsultan. Kita bisa bertanya apa saja, mulai dari cara memulai usaha kecil, strategi pemasaran, sampai pengembangan produk,” kata Irna.

Pilihan Editor :  Cara Menggunakan SMS Otomatis Saat RCS atau iMessage Tidak Berfungsi

Ia menambahkan, pemberdayaan perempuan juga diarahkan pada penguatan sektor industri rumahan (home industry) dan ekonomi kreatif.

Banyak peluang usaha yang dapat dikembangkan dari rumah dengan memanfaatkan sumber daya yang ada, termasuk limbah yang diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

Irna mencontohkan pemanfaatan limbah kerang yang dapat diolah menjadi berbagai produk kerajinan, seperti hiasan rumah, yang memiliki nilai jual di pasar.

“Hal sederhana seperti limbah kerang bisa diolah menjadi produk kreatif. Ini peluang usaha yang bisa dikembangkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Irna menegaskan bahwa sebagian besar pelaku UMKM di Indonesia merupakan perempuan.

Oleh karena itu, dukungan terhadap akses teknologi dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan sektor tersebut.

Ia menargetkan adanya peningkatan kapasitas pelaku usaha perempuan secara bertahap, dari skala mikro menuju kecil hingga menengah dalam beberapa tahun ke depan, seiring dengan semakin terbukanya akses terhadap teknologi digital.

“Dengan akses teknologi yang semakin luas, perempuan memiliki peluang besar untuk berkembang, dari usaha rumahan hingga menembus pasar yang lebih luas,” kata Irna.

Upaya penguatan kapasitas perempuan melalui digitalisasi dinilai menjadi langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, sekaligus memperkuat daya saing pelaku usaha perempuan di tengah persaingan global.**/red

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *