Patroli Brimob Batalyon B dan Polres Jaktim Amankan Sembilan Pemuda
Jakarta, 19 April 2026 – Patroli gabungan Brimob dan Polres Metro Jakarta Timur menggagalkan rencana tawuran kelompok pemuda “Anak Kober” di Kecamatan Makasar. Petugas mengamankan sembilan pemuda beserta sejumlah senjata...

Jakarta, 19 April 2026 – Patroli gabungan Brimob dan Polres Metro Jakarta Timur menggagalkan rencana tawuran kelompok pemuda “Anak Kober” di Kecamatan Makasar.
Petugas mengamankan sembilan pemuda beserta sejumlah senjata yang diduga akan digunakan dalam aksi kekerasan jalanan.
Tim patroli bergerak sekitar pukul 03.30 WIB saat menyisir wilayah rawan di Jalan Kerja Bakti VII, Jakarta Timur.
Petugas menemukan sekelompok pemuda yang berkumpul sambil mengonsumsi minuman beralkohol di lokasi tersebut.
Saat petugas mendekat, para pemuda terlihat menyembunyikan barang yang memicu kecurigaan tim patroli.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan di lokasi, termasuk penggeledahan dan pengecekan ponsel milik para pemuda.
Hasil pemeriksaan mengungkap kelompok tersebut merencanakan aksi tawuran di wilayah sekitar.
Petugas menemukan dua tombak, satu tongkat golf, serta air cabai yang diduga akan digunakan dalam aksi tersebut.
Aksi Cepat Cegah Tawuran Dini Hari
Petugas langsung mengamankan seluruh pemuda beserta barang bukti untuk mencegah potensi bentrokan antar kelompok.
Tim membawa sembilan pemuda tersebut ke Polres Metro Jakarta Timur untuk proses pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut.
Komandan Batalyon B Pelopor Kompol Eko Supriyanto menegaskan patroli rutin berperan penting dalam mencegah aksi kekerasan jalanan.
“Pencegahan dini menjadi kunci memutus rantai tawuran remaja,” kata Eko, Minggu (19/4/2026).
Ia juga mengingatkan orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama pada malam hingga dini hari.
Eko menilai peran keluarga sangat penting dalam mencegah keterlibatan remaja dalam aksi berisiko.
Strategi Patroli Berbasis Kerawanan
Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto menjelaskan patroli dilakukan berdasarkan pemetaan wilayah rawan.
Petugas mengidentifikasi lokasi dan waktu yang sering digunakan untuk aktivitas tawuran dan kejahatan jalanan.
“Pendekatan berbasis kerawanan membuat setiap pergerakan mencurigakan dapat diantisipasi lebih cepat,” ujar Henik.
Ia menegaskan kehadiran polisi di lapangan memberikan efek pencegah bagi pelaku kejahatan.
Selain itu, patroli gabungan juga memperkuat koordinasi antarunit dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Polisi terus mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan potensi gangguan melalui layanan darurat 110.
Partisipasi masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat respons aparat terhadap potensi kriminalitas.
Dengan demikian, sinergi antara kepolisian dan warga diharapkan mampu menjaga situasi Jakarta Timur tetap aman dan kondusif.









