KNPI Bekasi Ajak Wuling Kolaborasi Perluas Serapan Tenaga Kerja Lokal

“CSR harus menjadi instrumen pemberdayaan. Pelatihan teknis, pengembangan kewirausahaan, hingga dukungan pendidikan vokasi perlu..."

KNPI Bekasi Ajak Wuling Kolaborasi Perluas Serapan Tenaga Kerja Lokal – Foto Istimewa
-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

Kabupaten Bekasi – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bekasi, Nawawi Al-Aksi, menegaskan perlunya langkah konkret untuk memperkuat penyerapan tenaga kerja lokal dan pemberdayaan pemuda dalam pertemuan bersama manajemen PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Indonesia), yang turut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi.

Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk mendorong sinergi antara pemerintah daerah, dunia industri, dan organisasi kepemudaan dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan di kawasan industri terbesar di Indonesia itu.

Dalam forum tersebut, KNPI Kabupaten Bekasi menyampaikan apresiasi atas kontribusi Wuling Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Kehadiran industri otomotif dinilai telah memberikan dampak signifikan, termasuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

Namun, Nawawi menekankan bahwa capaian tersebut belum cukup.

Ia menilai perlu adanya upaya yang lebih terarah dan terukur agar peluang kerja yang tersedia dapat lebih banyak diakses oleh tenaga kerja lokal, khususnya generasi muda Kabupaten Bekasi.

“Kami mengapresiasi kontribusi Wuling terhadap perekonomian daerah. Namun ke depan, yang dibutuhkan adalah penguatan langkah nyata agar penyerapan tenaga kerja lokal semakin optimal dan tepat sasaran,” ujar Nawawi dalam keterangannya.

Menurutnya, kesenjangan antara kebutuhan industri dan kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal masih menjadi persoalan mendasar.

Oleh karena itu, KNPI mendorong adanya kolaborasi yang lebih sistematis dan berkelanjutan antara perusahaan, pemerintah daerah, dan organisasi kepemudaan.

Bentuk kolaborasi yang diusulkan meliputi program pelatihan vokasi, pemagangan industri, hingga peningkatan keterampilan berbasis kebutuhan riil dunia kerja.

Nawawi menegaskan bahwa kesiapan pemuda harus berjalan beriringan dengan keterbukaan industri dalam memberikan akses dan kesempatan kerja.

Pilihan Editor :  Cara Daftar Jadi Mitra Resmi Program Makan Bergizi Gratis

“Pemuda harus disiapkan, dan industri harus membuka ruang. Di titik inilah kolaborasi menjadi kunci agar kebutuhan tenaga kerja dan kesiapan SDM lokal dapat bertemu secara konkret,” katanya.

Selain mendorong peningkatan kapasitas SDM, KNPI juga menyoroti pentingnya keberpihakan dalam proses rekrutmen tenaga kerja.

Nawawi menegaskan bahwa perusahaan perlu memberikan prioritas lebih besar kepada tenaga kerja lokal, tanpa mengabaikan standar kompetensi yang telah ditetapkan industri.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan masyarakat sekitar tidak hanya menjadi penonton di tengah pesatnya pertumbuhan kawasan industri, tetapi juga menjadi pelaku utama yang merasakan manfaat ekonomi secara langsung.

Dorong CSR Berbasis Pemberdayaan

Di sisi lain, KNPI Kabupaten Bekasi turut menyoroti pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang dinilai masih perlu diperkuat dari sisi dampak dan keberlanjutan.

Nawawi menegaskan bahwa program CSR seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan harus diarahkan pada pemberdayaan masyarakat secara nyata.

Ia mendorong agar program CSR difokuskan pada pengembangan kapasitas pemuda melalui pelatihan teknis, dukungan pendidikan vokasi, hingga penguatan kewirausahaan.

Dengan pendekatan tersebut, CSR diharapkan mampu menciptakan efek jangka panjang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“CSR harus menjadi instrumen pemberdayaan. Pelatihan teknis, pengembangan kewirausahaan, hingga dukungan pendidikan vokasi perlu diperkuat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Nawawi.

KNPI Kabupaten Bekasi juga menyatakan kesiapan untuk berperan sebagai mitra strategis dalam menjembatani kepentingan dunia industri dengan potensi pemuda daerah.

Peran tersebut mencakup sosialisasi peluang kerja, pendampingan peningkatan keterampilan, hingga pembinaan kesiapan kerja bagi generasi muda.

Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, sektor industri, dan organisasi kepemudaan, KNPI optimistis terciptanya ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Bekasi bukan sekadar wacana, melainkan dapat diwujudkan secara konkret dalam waktu dekat.**/red

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *