Pemkab Puncak Luruskan Isu Serangan Sinak, Tegaskan Pelaku KKB

Timika, 18 April 2026 – Pemerintah Kabupaten Puncak meluruskan isu serangan di Distrik Sinak dan menegaskan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sebagai pelaku utama. Pernyataan ini muncul setelah informasi di media...

-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

Timika, 18 April 2026 – Pemerintah Kabupaten Puncak meluruskan isu serangan di Distrik Sinak dan menegaskan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sebagai pelaku utama.

Pernyataan ini muncul setelah informasi di media sosial menyebut aparat keamanan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak, Nemu Tabuni, menyampaikan klarifikasi usai rapat koordinasi di Markas Kogabwilhan III, Timika.

Rapat tersebut melibatkan DPRD, Polda Papua Tengah, serta unsur TNI guna merespons situasi keamanan pascakejadian.

“Kami menegaskan bahwa serangan tersebut dilakukan KKB, bukan aparat keamanan,” kata Nemu, Sabtu (18/4/2026).

Ia menilai penyebaran informasi tidak akurat berpotensi memperkeruh situasi dan mengganggu stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

Bukti Lapangan dan Klarifikasi Resmi

Kogabwilhan III memaparkan sejumlah bukti dalam forum tersebut untuk menguatkan dugaan keterlibatan kelompok bersenjata.

Pemaparan itu sekaligus menjadi dasar pemerintah daerah dalam memberikan klarifikasi kepada publik secara terbuka.

Nemu menyatakan pemerintah tidak ingin masyarakat terjebak dalam informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Kami ingin masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan tidak terprovokasi,” ujarnya.

Selain itu, ia mengajak seluruh pihak menghentikan kekerasan demi menjaga keselamatan warga sipil di wilayah konflik.

Ia menegaskan stabilitas keamanan menjadi prioritas agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Kronologi Serangan dan Dampaknya

Serangan terjadi pada 14 April 2026 di Kampung Kembru, Distrik Sinak, yang mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka.

Kelompok bersenjata melakukan penyerangan disertai tembakan tidak terarah serta aksi pembakaran honai milik warga.

Pilihan Editor :  TNI Gerak Cepat Pulihkan Listrik di Aceh

Insiden tersebut menimbulkan kepanikan dan memaksa sebagian warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Tim medis kemudian mengevakuasi korban luka untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut di fasilitas kesehatan.

Salah satu korban, Etinus Walia (47), mengalami luka tembak di lengan kiri saat berada di lokasi kejadian.

Petugas mengevakuasi korban dari Kampung Mewoluk menuju RSUD Mulia, Kabupaten Puncak Jaya.

Tim Palang Merah Indonesia menerima laporan pada pukul 10.00 WIT dan langsung bergerak ke lokasi evakuasi.

Korban tiba di rumah sakit pada sore hari dan langsung menjalani perawatan medis intensif.

Potensi Eskalasi dan Upaya Penanganan

Aparat menilai aksi penyerangan tersebut berpotensi meningkatkan gangguan kamtibmas di wilayah Puncak dan sekitarnya.

Selain itu, aparat TNI yang melakukan evakuasi juga menghadapi serangan dari kelompok bersenjata di lapangan.

Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk menstabilkan situasi pascakejadian.

Langkah tersebut mencakup pengamanan wilayah, perlindungan warga, serta pemulihan aktivitas sosial secara bertahap.

“Kami berharap kekerasan dihentikan agar masyarakat dapat hidup tenang,” kata Nemu.

Ia menekankan pentingnya menjaga kondusivitas agar anak-anak dapat kembali menjalani kegiatan pendidikan.

Dengan demikian, Pemkab Puncak menegaskan komitmen menjaga keamanan dan memastikan perlindungan masyarakat dari ancaman kekerasan bersenjata.

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *