Senin, 19 Okt 2026
Beranda » BERITA » Kopi dan Ucapan Pamit pada Hari-hari Terakhir Keluarga yang Keracunan di Bantargebang

Kopi dan Ucapan Pamit pada Hari-hari Terakhir Keluarga yang Keracunan di Bantargebang

  • account_circle Redaktur
  • calendar_month Selasa, 17 Jan 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Seperti yang telah dilansir oleh Kompas.com 
Penulis : Joy Andre
Editor : Jessi Carina

Kasus dugaan keracunan yang terjadi di Ciketing Udik, Bantargebang, Kota Bekasi, kini masih terus menimbulkan pertanyaan. Keseharian para korban pun diungkapkan oleh tetangga sekitar. Lima korban yang terdiri dari Ai Maimunah (40) dan NR (5) (perempuan); Ridwan Abdul Muiz (23), Muhammad Riswandi (17), dan Muhammad Dede Solehudin (34) (laki-laki) itu memang tidak dikenal dengan baik oleh warga di lingkungan sekitar. 

Para korban bahkan dikenal tertutup karena dianggap tidak bergaul dengan lingkungan dan tetangganya. Ami (60) adalah salah satu tetangga yang mengungkapkan hal tersebut. Ia mengaku tidak mengetahui soal identitas para korban, meski korban sering berbelanja di warung milik Ami.

Kopi dan Ucapan Pamit pada Hari-hari Terakhir Keluarga yang Keracunan di Bantargebang

“Lima orang itu saya enggak tahu namanya, si A, si B, enggak tahu. (Mereka) cuma sebatas belanja saja ke sini (warung),” ujar Ami di lokasi, Senin (16/1/2023). Ami juga menyebut, sebelum kejadian, rumahnya memang sempat disambangi oleh korban yang hendak menumpang menonton acara televisi. Namun, kala itu korban yang datang tidak banyak berbicara dengannya. 

“Datang asal datang, enggak banyak ngobrol, enggak nanya nama, numpang nonton bola doang,” jelas Ami.   Tak mengetahui ada warga yang pindah Senada dengan Ami, tetangga yang lain yakni Nur Aisyah (35) juga mengungkapkan hal yang sama. Saking tertutupnya keluarga tersebut, Nur Aisyah bahkan tak mengetahui ada warga yang pindah ke bangunan kontrakan tersebut.

Padahal, tempat tinggal Nur hanya berjarak satu rumah dari kontrakan korban. “Saya enggak tahu mereka di sini siapa saja. Naik kendaraan apa juga enggak tahu. Tahu-tahu mereka sudah (pindah) di sini,” ujar Nur Sepanjang ingatannya, Nur Aisyah bahkan tak pernah melihat ada perabot atau kendaraan yang digunakan oleh para penghuni kontrakan. 

Pilihan Editor :  Danlanud Husein Sastranegara Tinjau Langsung Pendistribusian Makanan Bergizi di Cicendo

Baca juga : Ini Fakta Kejadian Bentrokan Maut di PT GNI Morowali Utara 

Nur juga mengatakan, lima orang yang ada di rumah tersebut hanya sebatas pergi ke warung dan tak dikenal akrab oleh tetangga. “Kalau berpapasan sih, namanya juga tetangga, mereka paling jajan di warung belakang, beli galon. Paling nyapanya juga cuma gitu, enggak pernah tahu namanya,” kata Nur.

Kopi dan ucapan pamit menjadi petunjuk Meski tertutup, Ani (40), mengungkapkan bahwa ada aktivitas tak lazim yang dilakukan oleh korban. Aktivitas itu mereka lakukan tepat setelah malam sebelum kejadian mereka ditemukan tersungkur lemas. Salah satunya adalah apa yang ditunjukkan korban atas nama Muhammad Dede Solehudin. Malam sebelum kejadian, korban membeli 5 saset kopi hitam.

Padahal, Ani mengingat bahwa Dede lebih suka membeli kopi saset dengan merek yang berbeda. “Beli kopi hitam lima saset tepat semalam sebelum kejadian, (yang beli) si Mang Deden, padahal biasanya beli kopi Good Day yang warna merah,” ujar Ani. 

Selain Deden, korban atas nama Ai Maimunah juga menunjukkan hal tidak lazim kepada ibu dari Ani, yaitu Ami. Ami mengatakan, Ai Maimunah sempat pamit dan mengatakan bahwa dirinya akan segera dijemput oleh suaminya, WWN, untuk segera kembali ke Cianjur. “Ibunya (Ai Maimunah) sempat bilang ‘saya mau dijemput’, itu disebutnya malam, tepat sebelum kejadian,” ungkap Ami.   

Keracunan atau diracun? Kepastian soal informasi apakah korban diracun atau keracunan pun masih menjadi tanda tanya. Meski kasus tersebut telah berjalan 5 hari dan ada 3 orang yang menjadi korban tewas, namun hingga kini polisi juga belum mendapatkan titik terang. 

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Indrawienny Panjiyoga menyatakan, pihaknya belum mengetahui apakah memang ada unsur pidana atau tidak dalam kasus yang sementara diduga keracunan tersebut.

Pilihan Editor :  Babinsa Latih Calon Paskibra Pinang Sambut HUT RI Ke-81

“Belum tahu (keracunan atau diracun). (Unsur pidana) sampai saat ini masih dilakukan pendalaman,” ucap Panjiyoga. Adapun polisi juga telah menggelar olah TKP yang kedua untuk mencari barang yang tercecer di lokasi kejadian. 

“Kami mencoba mengambil beberapa sampel, sekitar 3-4 sampel dan juga olah tkp ulang,” ucap Panjiyoga. “Kami mau mendapatkan apa saja yang ada di TKP ini,” sambung dia.

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Redaktur Gensa Media Indonesia bertanggung jawab mengelola, menyunting, dan memastikan setiap berita memenuhi standar jurnalistik, akurasi, keberimbangan, independensi, serta Kode Etik Jurnalistik sebelum dipublikasikan kepada masyarakat.

Menarik Dibaca

  • IKKT Pragati Wira Anggini Terus Perkuat Dukungan bagi TNI dan Keluarga Prajurit

    IKKT Pragati Wira Anggini Terus Perkuat Dukungan bagi TNI dan Keluarga Prajurit

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta, 31 Juli 2025 – Ikatan Kesejahteraan Keluarga TNI (IKKT) Pragati Wira Anggini memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-59 melalui acara puncak di Aula Gatot Subroto, Mabes TNI Cilangkap, Kamis (31/7/2025). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto selaku Pembina Utama, didampingi Ketua Umum IKKT Ny. Evi Agus Subiyanto. Mengusung tema […]

  • Ketegasan Pemkot Bekasi Diuji dalam Kasus PPPK Pengguna Narkotika

    Ketegasan Pemkot Bekasi Diuji dalam Kasus PPPK Pengguna Narkotika

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Nadya
    • 0Komentar

    Oleh: Frits Saikat, Aktivis Sosial Kemanusiaan Opini – Kasus dugaan keterlibatan tiga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Kecamatan Bekasi Utara dalam penyalahgunaan narkotika menjadi ujian serius bagi komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam menegakkan disiplin aparatur negara. Persoalan ini bukan semata menyangkut pelanggaran individu, melainkan menyentuh aspek yang lebih mendasar, yakni kredibilitas birokrasi, […]

  • Prajurit Lanal Bengkulu Rawat Tugu Hiu Sambut Hari Dharma Samudera

    Prajurit Lanal Bengkulu Rawat Tugu Hiu Sambut Hari Dharma Samudera

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    TNI AL, Bengkulu – Dalam rangka menyambut Hari Dharma Samudera ke-64 Tahun 2026, prajurit Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Bengkulu menggelar aksi perawatan dan pembersihan Monumen Tugu Hiu pada Jumat (09/01/2026). Melalui kegiatan ini, prajurit TNI AL secara langsung menjaga ikon sejarah sekaligus kebanggaan masyarakat Bengkulu. Sejak pagi, para prajurit bergerak serentak membersihkan area monumen […]

  • Demokrasi Desa: Antara Janji dan Ingatan

    Demokrasi Desa: Antara Janji dan Ingatan

    • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Maka, kepada para calon kepala desa Kedung Jaya, jadikan pencalonan ini bukan sekadar ambisi, tapi pengabdian.

  • Brimob Metro Jaya Bersihkan Bantaran Kali Senen

    Brimob Metro Jaya Bersihkan Bantaran Kali Senen

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Satuan Brimob Polda Metro Jaya menggelar kegiatan Jaga Jakarta Bersih di Jalan Prapatan RT 001 RW 005 Kecamatan Senen, Minggu pagi, 08/02/2026. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB sebagai tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026. Sejak awal kegiatan, personel Brimob bergerak cepat menyasar bantaran kali yang […]

  • Mobil, Utang, dan Harga Diri yang Terenggut: Kisah Bunga dari Bekasi

    Mobil, Utang, dan Harga Diri yang Terenggut: Kisah Bunga dari Bekasi

    • calendar_month Sabtu, 7 Jun 2025
    • account_circle Nadya
    • 0Komentar

    Mereka bertemu di sebuah restoran sederhana di pinggiran Bekasi. Toni bersikap seperti kekasih, menggandeng tangannya, memesan makanan

expand_less